Jumat, 30 September 2011

"Hukuman Pancung"

Hari itu ada empat orang prajurit raja yang berbuat salah. Dan dengan otoriternya si Raja langsung memberikan hukuman pancung pada ke empat prajuritnya itu.

Raja : “wahai prajurit, karena kalian telah melakukan kesalahan, maka kalian akan dihukum pancung”

Keempat prajurit itu sangat pucat ketakutan. Namun disela-sela nyawanya akan terbang, salah seorang prajurit mengeluarkan usulan, “wahai tuanku, ampuni lah kami. Lagian kesalahan kami kan Cuma karena mandi dalam keadaan telanjang, dan itupun baru pertama kali kami lakukan. Jika tuan mau menghukum kami juga, berilah kami hukuman selain hukuman pancung tuanku”.

Mendengarkan usulan itu, rasa hiba menghampiri Raja. “baik, mendengar usulanmu yang sedikit masuk akal, saya ganti hukuman kalian. Sekarang pergilah kalian ke hutan sana, cari sepuluh buah-buahan apa saja  dan sudah harus kembali  dalam waktu tidak lebih dari tiga jam, setelah kalian kembali akan ada instruksi berikutnya, sekarang pergilah!”

Keempat prajurit itu pergi kehutan dengan wajah yang berseri-seri karena mereka tidak jadi dipancung.
Satu jam kemudian prajurit satu sudah kembali dengan membawa sepuluh buah apel.

Prajurit 1: “wahai tuanku, ini saya membawa buah apel untukmu. Apa instruksi berikutnya tuanku?”
Raja : “bagus, tapi buah itu bukan untukku bodoh! Buah itu untuk kamu masukkan kedalam perutmu melalui anusmu”
Prajurit 1 : “apa? Yang benar saja tuanku?”
Raja : “lakukan! Jika kamu tidak bisa memasukkan semuanya, maka tidak ada jalan lain, kamu akan saya pancung!”
Mendengar hukuman pancung, prajurit satu terpaksa melakukan instruksi itu. Memang tak mudah memasukkan apel ke dalam anus, dengan suara yang histeris dan  isakan tangis diikuti berderainya air mata satu buah apelpun masuk melalui anus prajurit itu Namun perjuangan masih panjang, masih ada Sembilan buah apel lagi. Sehingga ketika memasukkan apel yang ke dua ia sudah tak sanggup dan meyerah. Crap! Leher prajurit satu dipancung oleh raja, terbanglah nyawa prajurit satu ke syurga.

Satu jam setelah itu prajurit dua datang menghadap raja dengan membawa sepuluh buah mangga. Dengan instruksi yang sama prajurit duapun terpaksa melakukannya. Tak jauh beda dengan prajjurit satu,  ia hanya mampu memasukkan dua buah mangga kedalam anusnya, dan akhirnya prajurit dua di pancung oleh raja. Nyawa prajurit duapun terbang ke syurga.

Di syurga,
Prajurit 1: “kamu dipancung juga?”
Prajurit 2: ‘iya, dasar raja tak punya hati!”
Prajurit 1: “mangnya kamu bawa buah apaan?”
Prajurit 2 : “buah mangga, kamu?”
Prajurit 1 : “hahaha, aku buah apel”
Mereka berdua tertawa riang di dalam syurga.

Tiga jam berikutnya prajurit tiga datang dengan membawa buah berry, ia juga melaksanakan instruksi si Raja. Karena buah yang dibawanya kecil-kecil, sehingga prajurit tiga tak mengalami kesulitan dalam menjalankan instruksi ini. Buah pertama masuk, kedua masuk, keitga juga masuk, sampai buah yang ke Sembilan masuk. Namun ketika ia mau memasukkan buah yang kesepuluh, ia dipancung oleh raja. Sehingga terbang pula nyawa prajurit tiga ke syurga.

Di syurga,
Prajurit 1, Prajurit 2 : “kamu dipancung juga?”
Prajurit 3 : “iya nih,, ahahahaha”.
Prajurit 1, Prajurit  2 : “ kenapa kamu tertawa? Mangnya kamu bawa buah apaan?”
Prajurit 3 : “buah berry sob”
Prajurit 1, Prajurit 2 : “lo buah beri kan kecil, bodoh kamu!”
Prajurit 3: “iya sih… semuanya hampir sudah saya masukkan, tapi ketika saya hendak memasukkan buah yang terakhir, saya melihat prajurit empat membawa sepuluh buah durian, saya tertawa sehingga kesembilan buah berry yang sudah saya masukkan keluar semuanya”.
Prajurit 1 Prajurit 2 Prajurit 3 : “ahahahahahaha”

Mereka bertiga tertawa riang didalam syurga sambil menunggu kedatangan prajurit empat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar