Kamis, 29 September 2011

, "Si pincang dan Si buta"

Hari itu si pincang dan si buta pergi jalan-jalan berdua. Si pincang menuntun si buta menunjuki jalan dan sebaliknya si buta membantu si pincang yang kesusahan berjalan, maklum pincang. Kebayang kan seperti apa bentuknya ?. Ditengah perjalanan si pincang melihat pohon rambutan yang buahnya udah pada merah dan lebat.Karena merasa lelah, si pincangpun menuntun si buta menuju pohon rambutan itu. Setibanya di sana,

pincang : "hei buta, kamu tau kita sedang berada dimana?"

buta : " mana aku tau, kamu lupa ya kalo aku buta?"

pincang : "oh iya ya, sia-sia saja aku bertanya padamu ta"

buta : "dasar pincang!! kalo bukan berkat bantuanku mana mungkin kamu bisa sampai di tempat yang yang sama sekali tidak bisa aku lihat ini!!"

pincang : " lho, begitu saja kok marah? ok buta, kamu haus bukan?"

buta : iya nih, haus banget, beli minum yuk ncang"

pincang : "kenapa harus beli? disini ada yang gratis segar lagi"

buta : "are you sure?? dimana minuman gratis dan segar tu sekarang?"

pincang : "iya doooonnkk,, tuh ada banyak di atas kepalamu ta"

buta : " ha? di atas kepalaku? apaan si ncang?"

pincang : " iya butaaaaaaaa,, nggak percaya banget sih jadi orang,, rambutan"

buta : "manjat donk? siapa yang bakal manjat?"

pincang : " aku nggak mungkin donk buta"

buta: ": " apalagi aku ncang,  gimana mau ngambilnya kalo yang mau di ambil tu nggak keliatan"

pincang: "begitu saja kok repot, kamu khan masih bisa meraba ta"

buta : "hmmmmm... ok dah, tapi komandoi aku dari bawah ya"

pincang: "kenapa harus dikomandoi? pokoknya setiba di atas nanti, kamu raba-raba saja. kalo terasa olehmu dia bulat dan berbulu, kamu tinggal tarik sekuat tenagamu, ok?"

buta :"siip dah, kenapa nggak kepikiran olehku ya,, jenius lu ncang"

Si butapun memanjat, dengan penuh perjuangan iapun sampai diatas pohon. emang dasarnya dia buta sehingga dia nggak tau kalo tepat diatasnya ada pak tani yang sedang manjat rambutan juga. Parahnya, pak tani ini manjat pake kain sarung plus tidak memakai CD alias anaknya si celana. Sesuai dengan instruksi si pincang tadi, si buta memulai pekerjaanya meraba-raba. dengan semangatnya si buta melayangkan tangannya keatas tepat ke dalam kain sarung pak tani. Kata sibuta " waw, tak kusangka secepat dan semudah ini menemykannya, emang lebat sekali bulu rambutan ini, pasti banyak airnya". Sesuai instruksi, menarik yang dirabanya itu dengan sekuat tenaganya. Apa yangterjadi? Pak tani memekik sangat kencangnya, kemudian pingsan dan terjatuh indah. Mendengar suara pekikan pak tani, si  buta sangat terkejut dan akhirnya iapun ikut terjatuh indah. Mereka berdua jatuh menimpa si Pincang yang sedang asyiknya dibawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar