Kamis, 10 November 2011

"ApA ItU PoLiTiK ?"

Seorang anak bertanya pada ayahnya, "Ayah, apa itu politik?".
Sang ayah memberi analogi, "Jadi begini, ayah adalah pencari nafkah di rumah ini. Sebut saja ayah adalah Kapitalisme. Ibumu adalah orang yang mengurus keuangan rumah tangga, maka sebut saja dia Pemerintah. Ayah dan ibu memberikan apa yang kamu butuhkan, jadi kamu adalah Masyarakat. Mbak pembantu di rumah ini disebut Kelas Pekerja karena dia langsung turun ke masyarakat membantu mereka. Dan adikmu yang masih bayi adalah Masa Depan. Begitulah politik kira-kira."

Suatu malam, adik bayinya menangis. Si anak terbangun melihat adiknya yang menangis. Ternyata popoknya basah. Lalu dia ke kamar orang tuanya dan menemukan ibunya yang tertidur pulas. Karena tidak mau membangunkannya, dia pergi ke kamar pembantunya. Setelah dilihat, kamar pembantunya terkunci. Karena penasaran, si anak mengintip dari lubang kunci. Dia melihat ayahnya sedang tidur bersama pembantunya.

Esok paginya, si anak menghampiri ayahnya.
"Ayah, aku sekarang mengerti apa itu politik!" Ayahnya penasaran, "Bagaimana politik versi kamu?" Si anak menjawab lancar, "Jadi saat Kapitalisme menindih Kelas Pekerja, Pemerintah hanya tertidur pulas. Masyarakat merasa tidak diacuhkan, dan Masa Depan benar-benar bersedih!"

Rabu, 09 November 2011

"masih Bayar"

Anak : Ayah berapa sih biaya kalau mau menikah?

Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak laki-lakinya yang polos itu. Entahlah nak, karena sampai sekarang Ayah masih bayar terus kepada ibumu.

Selasa, 08 November 2011

"PaTaH HaTi"

Di suatu daerah ada pemuda yang lagi patah hati karena diputusin oleh pacarnya, karena frustasi dan stress maka ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara meminum satu kaleng Baygon (Racun Serangga), setelah ia meminumnya akhirnya dia pun meninggal dunia dan disemayamkan dirumah duka lalu para tetangga berdatangan melayat kerumahnya. Jenazah pemuda tadi kemudian akan dikuburkan oleh keluarganya, tapi disaat jenazahnya selesai dimandikan kemudian hendak dikafani tiba-tiba jenazah pemuda tadi hidup lagi tapi ia tidak beranjak dari tempat tidurnya, hanya menoleh kepada orang-orang yg melayat sembari mengacungkan jempolnya kemudian mengatakan “BAYGON!! JAMINAN MUTU, TETAP YANG TERBAIK!” lalu dia mati lagi

Senin, 31 Oktober 2011

"DUA PRIA DI AKHIRAT"



Ada dua pria, baru saja meninggal, sedang menunggu nasib di pintu akhirat, karena iseng, mereka kemudian mengobrol.
Pria 1 : “Sebab apa kamu meninggal ?”.
Pria 2 : “Mati beku”.
Pria 1 : “Bagaimana rasanya mati beku ?”.
Pria 2 : “Nggak terlalu sakit, mula2x merasa dingin, lalu merasa badan mulai beku, dan selanjutnya gampang saja, tahu2x saya sudah berada di sini, lha situ sendiri kenapa matinya ?”.
Pria 1 : “Serangan jantung, saya selalu curiga, istri saya ada main dengan cowok lain, jadi satu hari saya pulang kantor lebih cepat, saya mendengar suara pria, lalu segera saya lari ke kamar saya di lantai dua, istri
saya ada di ranjang, tapi kok tidak ada orang lain, saya buka lemari pakaian, tidak ada orang, saya lari ke dapur dilantai satu, nggak ada orang, saya lari ke kamar mandi, melewati kulkas, nggak ada orang juga, terus saya lari langsung ke lantai 3, & begitu sampai, saya kena serangan jantung & mati”.
Pria 2 : “Sayang sekali, coba kalau waktu itu anda buka saja itu pintu kulkas, mungkin kita berdua nggak bakal mati”.

Senin, 17 Oktober 2011

monyet jenius

Jadi gini gan suatu hari ada sebuah kecelakaan pesawat.Semua penumpang nya TEWAS... Tapi ada 1 yang selamat itu adalah si Monyet sirkus yang pandai bicara. So, seorang wartawan mewawancarai si monyet "apa sih yang terjadi" ???

W = Wartawan
M = Monyet

w: nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: bica.
w: waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi
memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku ikut duduk-duduk.

w: setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku makan pisang.

w: setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan
(melayani penumpang), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku duduk-duduk.

w: setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan (ke ruang pilot),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).

w: setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon .
w: kamu ngapain?
m: aku pegang setir.

Rabu, 05 Oktober 2011

Jam Di Surga

  Bermula saat ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu sorga. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana.  Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja.  Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya.  Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana. 
"Hi..malaikat, mengapa jam-jam ini putarannya berbeda-beda," tanya manusia tersebut kepada malaikat.
"Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup," jawab sang malaikat.  "Semakin jujur pemerintahan di negara Anda, jam negara Anda disini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya," lanjut sang malaikat.  "Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh." 
"Itu lagi...itu lagi...!!!!" seru yang lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina."  Mereka semua terlihat asik menikmati perputaran jam-jam tersebut. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.
"Hi..malaikat, dimanakah gerangan jam Indonesia?" tanya manusia tersebut.  "Oh, jam Indonesia...Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin," jawab sang malaikat

Senin, 03 Oktober 2011

Pelupa berat





Seperti biasanya, andi yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah. "pak, saya ke sekolah dulu ya?" kata andi.

"iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! eh... celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?" tanya bapaknya.

"oh iya! pak, saya lupa pakai celana..." kata andi.

"dasar pelupa!" kata bapaknya marah-marah.

Keesokan harinya andi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. "pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan," kata andi.

"yakin? lalu buku gambarmu mana?" kata bapaknya mengingatkan.

"oh iya! saya lupa pak!" kata andi.

"kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?" kata bapaknya sewot.

Keesokan harinya andi minta izin lagi pada bapaknya. "pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak... tidak ada yang lupa lagi..." kata andi dengan nada yakin dan penuh percaya diri.

Tiba-tiba "PLAKK!!!" Andi dipukul oleh bapaknya dari belakang. "dasar pelupa! ini hari minggu tahu!"

Sama dengan Punya Bapak


Seorang anak SD yang baru sembuh dari sunat sangat terkejut dengan "burung"nya yang disunat karena berubah bentuk maka dia

bertanya kepada bapaknya.
Anak : Pak..kenapa bentuk "burung" jadi begini?
Bapak : ya memang begitu
Anak : Tapi aku enggak mau yang bentuk begini
Bapak : terus mau bentuk yang bagaimana?
Anak : mau yang kaya dulu aja
Bapak : ya enggak bisa
Anak : kalau begitu mau yang kaya punya bapak
Bapak : ya kaya gitu juga
Anak : coba aku lihat dulu
Sang anak meronta ronta ingin melihatnya, namun sang ayah mempertahankan untuk tidak dapat dilihat. Akhirnya si anak lari ke

dapur bertanya pada ibunya sambil memperlihatkan “burung”nya pada sang ibu.
Anak : Bu, apakah “burung”ku sama dengan punya bapak?
Ibu : Iya, sama persis. Ukurannya juga segitu.

Jumat, 30 September 2011

"Hukuman Pancung"

Hari itu ada empat orang prajurit raja yang berbuat salah. Dan dengan otoriternya si Raja langsung memberikan hukuman pancung pada ke empat prajuritnya itu.

Raja : “wahai prajurit, karena kalian telah melakukan kesalahan, maka kalian akan dihukum pancung”

Keempat prajurit itu sangat pucat ketakutan. Namun disela-sela nyawanya akan terbang, salah seorang prajurit mengeluarkan usulan, “wahai tuanku, ampuni lah kami. Lagian kesalahan kami kan Cuma karena mandi dalam keadaan telanjang, dan itupun baru pertama kali kami lakukan. Jika tuan mau menghukum kami juga, berilah kami hukuman selain hukuman pancung tuanku”.

Mendengarkan usulan itu, rasa hiba menghampiri Raja. “baik, mendengar usulanmu yang sedikit masuk akal, saya ganti hukuman kalian. Sekarang pergilah kalian ke hutan sana, cari sepuluh buah-buahan apa saja  dan sudah harus kembali  dalam waktu tidak lebih dari tiga jam, setelah kalian kembali akan ada instruksi berikutnya, sekarang pergilah!”

Keempat prajurit itu pergi kehutan dengan wajah yang berseri-seri karena mereka tidak jadi dipancung.
Satu jam kemudian prajurit satu sudah kembali dengan membawa sepuluh buah apel.

Prajurit 1: “wahai tuanku, ini saya membawa buah apel untukmu. Apa instruksi berikutnya tuanku?”
Raja : “bagus, tapi buah itu bukan untukku bodoh! Buah itu untuk kamu masukkan kedalam perutmu melalui anusmu”
Prajurit 1 : “apa? Yang benar saja tuanku?”
Raja : “lakukan! Jika kamu tidak bisa memasukkan semuanya, maka tidak ada jalan lain, kamu akan saya pancung!”
Mendengar hukuman pancung, prajurit satu terpaksa melakukan instruksi itu. Memang tak mudah memasukkan apel ke dalam anus, dengan suara yang histeris dan  isakan tangis diikuti berderainya air mata satu buah apelpun masuk melalui anus prajurit itu Namun perjuangan masih panjang, masih ada Sembilan buah apel lagi. Sehingga ketika memasukkan apel yang ke dua ia sudah tak sanggup dan meyerah. Crap! Leher prajurit satu dipancung oleh raja, terbanglah nyawa prajurit satu ke syurga.

Satu jam setelah itu prajurit dua datang menghadap raja dengan membawa sepuluh buah mangga. Dengan instruksi yang sama prajurit duapun terpaksa melakukannya. Tak jauh beda dengan prajjurit satu,  ia hanya mampu memasukkan dua buah mangga kedalam anusnya, dan akhirnya prajurit dua di pancung oleh raja. Nyawa prajurit duapun terbang ke syurga.

Di syurga,
Prajurit 1: “kamu dipancung juga?”
Prajurit 2: ‘iya, dasar raja tak punya hati!”
Prajurit 1: “mangnya kamu bawa buah apaan?”
Prajurit 2 : “buah mangga, kamu?”
Prajurit 1 : “hahaha, aku buah apel”
Mereka berdua tertawa riang di dalam syurga.

Tiga jam berikutnya prajurit tiga datang dengan membawa buah berry, ia juga melaksanakan instruksi si Raja. Karena buah yang dibawanya kecil-kecil, sehingga prajurit tiga tak mengalami kesulitan dalam menjalankan instruksi ini. Buah pertama masuk, kedua masuk, keitga juga masuk, sampai buah yang ke Sembilan masuk. Namun ketika ia mau memasukkan buah yang kesepuluh, ia dipancung oleh raja. Sehingga terbang pula nyawa prajurit tiga ke syurga.

Di syurga,
Prajurit 1, Prajurit 2 : “kamu dipancung juga?”
Prajurit 3 : “iya nih,, ahahahaha”.
Prajurit 1, Prajurit  2 : “ kenapa kamu tertawa? Mangnya kamu bawa buah apaan?”
Prajurit 3 : “buah berry sob”
Prajurit 1, Prajurit 2 : “lo buah beri kan kecil, bodoh kamu!”
Prajurit 3: “iya sih… semuanya hampir sudah saya masukkan, tapi ketika saya hendak memasukkan buah yang terakhir, saya melihat prajurit empat membawa sepuluh buah durian, saya tertawa sehingga kesembilan buah berry yang sudah saya masukkan keluar semuanya”.
Prajurit 1 Prajurit 2 Prajurit 3 : “ahahahahahaha”

Mereka bertiga tertawa riang didalam syurga sambil menunggu kedatangan prajurit empat.



Kamis, 29 September 2011

, "Si pincang dan Si buta"

Hari itu si pincang dan si buta pergi jalan-jalan berdua. Si pincang menuntun si buta menunjuki jalan dan sebaliknya si buta membantu si pincang yang kesusahan berjalan, maklum pincang. Kebayang kan seperti apa bentuknya ?. Ditengah perjalanan si pincang melihat pohon rambutan yang buahnya udah pada merah dan lebat.Karena merasa lelah, si pincangpun menuntun si buta menuju pohon rambutan itu. Setibanya di sana,

pincang : "hei buta, kamu tau kita sedang berada dimana?"

buta : " mana aku tau, kamu lupa ya kalo aku buta?"

pincang : "oh iya ya, sia-sia saja aku bertanya padamu ta"

buta : "dasar pincang!! kalo bukan berkat bantuanku mana mungkin kamu bisa sampai di tempat yang yang sama sekali tidak bisa aku lihat ini!!"

pincang : " lho, begitu saja kok marah? ok buta, kamu haus bukan?"

buta : iya nih, haus banget, beli minum yuk ncang"

pincang : "kenapa harus beli? disini ada yang gratis segar lagi"

buta : "are you sure?? dimana minuman gratis dan segar tu sekarang?"

pincang : "iya doooonnkk,, tuh ada banyak di atas kepalamu ta"

buta : " ha? di atas kepalaku? apaan si ncang?"

pincang : " iya butaaaaaaaa,, nggak percaya banget sih jadi orang,, rambutan"

buta : "manjat donk? siapa yang bakal manjat?"

pincang : " aku nggak mungkin donk buta"

buta: ": " apalagi aku ncang,  gimana mau ngambilnya kalo yang mau di ambil tu nggak keliatan"

pincang: "begitu saja kok repot, kamu khan masih bisa meraba ta"

buta : "hmmmmm... ok dah, tapi komandoi aku dari bawah ya"

pincang: "kenapa harus dikomandoi? pokoknya setiba di atas nanti, kamu raba-raba saja. kalo terasa olehmu dia bulat dan berbulu, kamu tinggal tarik sekuat tenagamu, ok?"

buta :"siip dah, kenapa nggak kepikiran olehku ya,, jenius lu ncang"

Si butapun memanjat, dengan penuh perjuangan iapun sampai diatas pohon. emang dasarnya dia buta sehingga dia nggak tau kalo tepat diatasnya ada pak tani yang sedang manjat rambutan juga. Parahnya, pak tani ini manjat pake kain sarung plus tidak memakai CD alias anaknya si celana. Sesuai dengan instruksi si pincang tadi, si buta memulai pekerjaanya meraba-raba. dengan semangatnya si buta melayangkan tangannya keatas tepat ke dalam kain sarung pak tani. Kata sibuta " waw, tak kusangka secepat dan semudah ini menemykannya, emang lebat sekali bulu rambutan ini, pasti banyak airnya". Sesuai instruksi, menarik yang dirabanya itu dengan sekuat tenaganya. Apa yangterjadi? Pak tani memekik sangat kencangnya, kemudian pingsan dan terjatuh indah. Mendengar suara pekikan pak tani, si  buta sangat terkejut dan akhirnya iapun ikut terjatuh indah. Mereka berdua jatuh menimpa si Pincang yang sedang asyiknya dibawah.