Senin, 31 Oktober 2011
"DUA PRIA DI AKHIRAT"
Ada dua pria, baru saja meninggal, sedang menunggu nasib di pintu akhirat, karena iseng, mereka kemudian mengobrol.
Pria 1 : “Sebab apa kamu meninggal ?”.
Pria 2 : “Mati beku”.
Pria 1 : “Bagaimana rasanya mati beku ?”.
Pria 2 : “Nggak terlalu sakit, mula2x merasa dingin, lalu merasa badan mulai beku, dan selanjutnya gampang saja, tahu2x saya sudah berada di sini, lha situ sendiri kenapa matinya ?”.
Pria 1 : “Serangan jantung, saya selalu curiga, istri saya ada main dengan cowok lain, jadi satu hari saya pulang kantor lebih cepat, saya mendengar suara pria, lalu segera saya lari ke kamar saya di lantai dua, istri
saya ada di ranjang, tapi kok tidak ada orang lain, saya buka lemari pakaian, tidak ada orang, saya lari ke dapur dilantai satu, nggak ada orang, saya lari ke kamar mandi, melewati kulkas, nggak ada orang juga, terus saya lari langsung ke lantai 3, & begitu sampai, saya kena serangan jantung & mati”.
Pria 2 : “Sayang sekali, coba kalau waktu itu anda buka saja itu pintu kulkas, mungkin kita berdua nggak bakal mati”.
Senin, 17 Oktober 2011
monyet jenius
Jadi gini gan suatu hari ada sebuah kecelakaan pesawat.Semua penumpang nya TEWAS... Tapi ada 1 yang selamat itu adalah si Monyet sirkus yang pandai bicara. So, seorang wartawan mewawancarai si monyet "apa sih yang terjadi" ???
W = Wartawan
M = Monyet
w: nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: bica.
w: waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi
memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku ikut duduk-duduk.
w: setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku makan pisang.
w: setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan
(melayani penumpang), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku duduk-duduk.
w: setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan (ke ruang pilot),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).
w: setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon .
w: kamu ngapain?
m: aku pegang setir.
W = Wartawan
M = Monyet
w: nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: bica.
w: waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi
memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku ikut duduk-duduk.
w: setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku makan pisang.
w: setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan
(melayani penumpang), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku duduk-duduk.
w: setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan (ke ruang pilot),
pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).
w: setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon .
w: kamu ngapain?
m: aku pegang setir.
Rabu, 05 Oktober 2011
Jam Di Surga
Bermula saat ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu sorga. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya. Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana.
"Hi..malaikat, mengapa jam-jam ini putarannya berbeda-beda," tanya manusia tersebut kepada malaikat.
"Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup," jawab sang malaikat. "Semakin jujur pemerintahan di negara Anda, jam negara Anda disini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya," lanjut sang malaikat. "Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh."
"Itu lagi...itu lagi...!!!!" seru yang lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina." Mereka semua terlihat asik menikmati perputaran jam-jam tersebut. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.
"Hi..malaikat, dimanakah gerangan jam Indonesia?" tanya manusia tersebut. "Oh, jam Indonesia...Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin," jawab sang malaikat
Senin, 03 Oktober 2011
Pelupa berat
| | | |
"iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! eh... celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?" tanya bapaknya.
"oh iya! pak, saya lupa pakai celana..." kata andi.
"dasar pelupa!" kata bapaknya marah-marah.
Keesokan harinya andi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. "pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan," kata andi.
"yakin? lalu buku gambarmu mana?" kata bapaknya mengingatkan.
"oh iya! saya lupa pak!" kata andi.
"kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?" kata bapaknya sewot.
Keesokan harinya andi minta izin lagi pada bapaknya. "pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak... tidak ada yang lupa lagi..." kata andi dengan nada yakin dan penuh percaya diri.
Tiba-tiba "PLAKK!!!" Andi dipukul oleh bapaknya dari belakang. "dasar pelupa! ini hari minggu tahu!"
Sama dengan Punya Bapak
Seorang anak SD yang baru sembuh dari sunat sangat terkejut dengan "burung"nya yang disunat karena berubah bentuk maka dia
bertanya kepada bapaknya.
Anak : Pak..kenapa bentuk "burung" jadi begini?
Bapak : ya memang begitu
Anak : Tapi aku enggak mau yang bentuk begini
Bapak : terus mau bentuk yang bagaimana?
Anak : mau yang kaya dulu aja
Bapak : ya enggak bisa
Anak : kalau begitu mau yang kaya punya bapak
Bapak : ya kaya gitu juga
Anak : coba aku lihat dulu
Sang anak meronta ronta ingin melihatnya, namun sang ayah mempertahankan untuk tidak dapat dilihat. Akhirnya si anak lari ke
dapur bertanya pada ibunya sambil memperlihatkan “burung”nya pada sang ibu.
Anak : Bu, apakah “burung”ku sama dengan punya bapak?
Ibu : Iya, sama persis. Ukurannya juga segitu.
bertanya kepada bapaknya.
Anak : Pak..kenapa bentuk "burung" jadi begini?
Bapak : ya memang begitu
Anak : Tapi aku enggak mau yang bentuk begini
Bapak : terus mau bentuk yang bagaimana?
Anak : mau yang kaya dulu aja
Bapak : ya enggak bisa
Anak : kalau begitu mau yang kaya punya bapak
Bapak : ya kaya gitu juga
Anak : coba aku lihat dulu
Sang anak meronta ronta ingin melihatnya, namun sang ayah mempertahankan untuk tidak dapat dilihat. Akhirnya si anak lari ke
dapur bertanya pada ibunya sambil memperlihatkan “burung”nya pada sang ibu.
Anak : Bu, apakah “burung”ku sama dengan punya bapak?
Ibu : Iya, sama persis. Ukurannya juga segitu.
Langganan:
Postingan (Atom)